MAKALAH
PERBANDINGAN PENDIDIKAN
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perbandingan Pendidikan

Dosen
Pembimbing :
Muhammad Nur Hadi S.Ag. M.pdi
Disusun
Oleh :
Fenita
Sari (2011.86.01.0055)
Lilik Khulia (2011.86.01.0111)
UNIVERSITAS
YUDHARTA PASURUAN
SENGONAGUNG
PURWOSARI PASURUAN
FAKULTAS
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa ini berdiri, yang telah menjadi
sebuah keharusan bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan
menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian yang akan menjadi acuan dalam
perkembangan kehidupan. Dengan pendidikan pula peradaban dunia ini bisa
dibentuk, berkembang.
Di era
perkembangan yang kemajuannya berjalan secara cepat ini menuntut pendidikan
untuk bisa menghadapi dan mengontrolnya sehingga manusia tidak terjebak dengan
kencangnya arus kemajuan zaman. Hal ini membuat suatu bangsa untuk semakin berusaha
memajukan kualitas pendidikan yang ada di negaranya masing-masing, begitu pula
dengan Negara Singapura. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis akan
membahas mengenai pendidikan di singapura.
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimana
sistem pendidikan di Singapura?
2. Bagaimana
Ideologi Negara Singapura?
3. Bagaimana
dengan kurikulim, metode, tujuan serta metode yang ada pada pendidikan di
Singapura?
1.3
Tujuan
Masalah
1. Untuk
mengetahui sistem pendidikan di Singapura
2. Untuk
mengetahui Ideologi Negara Singapura
3. Untuk
mengetahui kurikulim, tujuan serta metode yang ada pada pendidikan di Singapura
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Negara
Singapura
Singapura
merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia Tenggara dan bisa
mengalahkan saudara-saudara tuanya di kawasan semenanjung Melayu. Hal tersebut
terjadi karena kemajuan sistem pendidikannya. Singapura sebagai negara yang
dianggap paling maju di Asia Tenggara, hanya memiliki jarak kurang lebih 40 km
dari barat ke timur.
Kalau
dihitung dengan jumlah penduduk maka negara Singapura yang kurang lebih 5 juta
jiwa. Jumlah penduduk yang sedikit dan jarak wilayah yang relatif kecil untuk
ukuran sebuah negara bukan menjadi alasan untuk tidak maju. Singapura memulai
pembangunan kekuatan dasarnya dengan modal pendidikan.
Selain hal
tersebut Singapura terletak di persimpangan Asia, di tengah bisingnya kesibukan
kota kosmopolitan, Singapura bukan lagi sekedar negara tujuan wisata favorit.
Perlahan tapi pasti, Singapura telah menjelma menjadi salah satu pusat
pendidikan yang dapat dibanggakan di dunia, menyatukan yang terbaik dari barat hingga timur.
Saat ini,
negara berpenduduk 5 juta jiwa ini telah menjadi negara tujuan bagi sekitar 86
ribu pelajar inernasional dari 120 kebangsaan untuk menimba ilmu mulai dari
jenjang sekolah dasar, sekolah menengah (SMP & SMA), Diploma politeknik,
sarjana, hingga program pasca sarjana dengan beragam pilihan sekolah mulai dari
sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah internasional.
Sebagai
sebuah pusat pertemuan budaya, Singapura memang kota kosmopolitan yang
mempertemukan tradisi barat dan timur. Dengan situasi ini, selain belajar
formal di bangku sekolah, para pelajar internasional dapat berharap memperoleh
pengalaman menarik dari persentuhan mereka dengan beragam budaya dan adat
istiadat.
2.2 Filosofi Singapura
Singapura adalah sebuah pulau yang terletak di ujung
Semenanjung Tanah Melayu, yang awalnya bernama "Pulau Ujung"
(Pu-Lo-Chung), "Salahit" Selat dan berikutnya "Temasek", "Tumasik"
(Jawa), "Tam-ma-sik" (China). Istilah
Singapura sediri muncul pada tahun 1299 ketika Pangeran Sang Nila Utama singgah
di pulau ini dan menemukan seekor binatang seperti singa, sehingga pulau itu
disebut Lion City (Kota Singa). Versi lain mengatakan bahwa pada abad ke-14
pulau ini menjadi tempat singgahnya para pedagang Majapahit sehingga Singapura
berarti “kota” (Pura) “singgah” (Singgah). Penduduk Negara pulau ini adalah
multi etnis.
Pada tahun 1818 Sir Stamford
Raffles mengusulkan agar membentuk pelabuhan baru yang strategis di ujung semenanjung,
maka pada tanggal 29 januari 1819 tiba di perkampungan melayu. Dikala itu
suasana politik tidak stabil di karenakan Tengku Abdur Rahman di pengaruhi oleh
Belanda, yaitu dalam merebutkan kekuasaan. Disaat ayahnya meninggal dunia maka
di angkatlah Tengku Abdur Rahman menjadi pewaris tahta kerajaan karena
Tengku Hussein tidak di tempat. Maka Sir Stamford Raffles membuat
perjanjian dengan Tengku Husein akan dibantu menjadi Sultan asalkan Inggris
bisa membuka pelabuhan di Singapura. Maka semenjak itu Singapura menjadi
pelabuhan bebas yang berkembang pesat, banyak pedagang dari Arab, Tiong hoa,
dan India menjadikan Singapura sebagai singgahan.
13 januari 1942, Jepang
berhasil menyingkirkan Inggris dari tanah Melayu maka Jepang pun bisa menguasai
Singapura. 15 februari 1942, Inggris di bawah pimpinan Letnan Jend. Artur
Ernest Percival dan pasukannya menyerahkan diri kepada Jepang yang di pimpin
oleh Yamashita Tomoyuki. Singapura di diberi julukan oleh Jepang Syonan-to “
cahaya selatan”.
Pemerintahan
Singapura di kembalikan kepada Inggris setelah terjadinya Perang Dunia II. Lem
Yew Hock berhasil mengambil alih ketua-ketua persartuan sekerja dan anggota-anggota
prokomunis yang membuat Inggris setuju memberikan pemerintahan sendiri pada
tahun 1959.
Pada
tahun 1963-1965 Singapura digabungkan oleh Inggris ke Malaisya, maka pada
tanggal 7 Agustus 1965 Abdur Rahman memisahkan diri dari Malaisya karena adanya
konflik antara UMNO ( partai penguasa Malaisya ) dengan PAP (partai asli
Singapura).
Maka
pada tanggal 9 Agustus 1965 singapura merdeka dan beridiri sendiri sebagai
Negara Republik. Singapura yang di pimpin oleh Lee Kuan Yew berhasil membawa
singapura menjadi Negara yang menguasai perdagangan dan lebih maju dari segi
fasilitas.
2.3 Ideologi Singapura
Ideologi
Singapura adalah Demokrasi dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang
turut dikaitkan dengan tahap pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih
maju turut menyumbang kepada peningkatan tahap demokrasi yang diamalkan oleh sebuah
negara. Tesis yang popular ini dikemukakan oleh Lipset (1973). Lipset, ahli
sosiologi politik yang tersohor, walau bagaimanapun melihat hubungan
pembangunan ekonomi dan demokrasi berpandukan pengalaman masyarakat maju Barat
yang homogen yang latar belakang sejarah masyarakatnya jauh berbeda dari
masyarakat membangun seperti Asia Tenggara.
2.4 Kebijakan Pendidikan Di Singapura
Sistem
pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki
bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk
membantu perkembangan potensi para siswa. Pusat Keunggulan pendidikan Singapura,
Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari
sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat.
Keunggulan
sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa (Bahasa
Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan
semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan
bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam
lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan
yang lebih cerah.
Sistem pendidikan di Singapura
terdiri dari empat lembaga utama, yakni:
1)
Pemerintah, sekolah yang didanai
pemerintah dan independen untuk tingkat sekolah dasar dan menengah.
2)
Universitas Lokal, Pendidikan
Politeknik dan Lembaga Teknik untuk pasca pendidikan tingkat menengah.
3)
Sekolah swasta untuk pendidikan
tingkat dasar dan menengah.
4)
Sekolah dengan sistem dari luar
negeri dan sekolah asing/internasional.
Selama
bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan
ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan
mengembangkan bakat.
Keunggulan
sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa (Bahasa
Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan
semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan
bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan
yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih
cerah. Sekolah-sekolah di Singapura terkenal dengan standarnya yang tinggi
dalam hal kegiatan belajar mengajar, terbukti melalui perbandingan
lokakarya Internasional seperti Third Internasional Matemathics and Science
Study (TIMSS) yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah Singapura yang
terkemuka telah mempunyai standar internasional dalam mata pelajaran matematika
dan ilmu pengetahuan.
Para siswa nya
juga merupakan yang terbaik dalam kompetisi di setiap kejuaraan debat sedunia
(Bahasa Inggris) dan olimpiade Internasional (Matematika, Fisika, Kimia dan
Biologi), mengalahkan siswa-siswa dari negara lain untuk meraih hadiah
utama dan penghargaan yang diberikan. Pada tingkat ketiga, sebagai tambahan untuk mempromosikan 3
universitas lokal yang sedang berkembang, Singapura telah menarik 10 institusi
kelas dunia dengan jaringan industri yang kuat untuk membangun pusat pendidikan
dan penelitian yang sempurna.
Di
antaranya adalah nama-nama yang sudah dikenal, seperti Universitas yang
terkemuka di Perancis-INSEAD, Massachusett Institute of Technology yang
terkenal, dan sekolah bisnis Amerika yang terkemuka seperti University of
Chicago Graduate School of Business. Bahkan setelah lulus dan masuk dalam dunia
kerja, ada banyak kesempatan untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Pelatihan
profesional dan dasar keterampilan ditawarkan dan dijelaskan secara umum. Hal
ini telah diketahui oleh banyak orang guna melihat minat pada seminar-seminar
yang dilakukan oleh manajemen guru seperti Michael Porter atau kuliah yang
diberikan oleh para ahli yang datang berkunjung. Kehadiran dari gabungan
institusi Internasional, sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dan tepat,
dan sebuah bangsa yang yakin atas investasi pada pendidikan, akan bersama-sama
menawarkan kepada para siswa di sini dan di seluruh dunia, sebuah pengayaan dan
keutuhan perjalanan belajar.
1.
Pendidikan Pra Sekolah
Pendidikan
pra sekolah diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak,
terdiri dari program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Terdaftar
pada menteri pendidikan, Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh
yayasan masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Pusat perawatan
anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah raga.
Kebanyakan
dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi
pelatihan dari 2, 4 sampai 5 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk program
berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar
negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman
kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Periode pendaftaran bagi setiap taman
kanak-kanak dan pusat perawatan berbeda-beda. Kebanyakan dari pusat perawatan
anak menerima siswa dari negara manapun sepanjang tahun selama masih ada
ketersediaan tempat.
2.
Sekolah Dasar
Seorang anak di
Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun
tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu Sekolah
Dasar kelas 5 sampai 6.
Pada tahap
dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan
matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan
kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan
sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar.
Untuk
memaksimalkan potensi mereka, siswa diarahkan menurut kemampuan belajar mereka
sebelum menguasai tahap orientasi. Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian
Kelulusan Sekolah Dasar (Primary School Leaving Examination). Kurikulum Sekolah
Dasar di Singapura telah digunakan sebagai model internasional, khususnya
metode pengajaran matematika. Siswa asing dari negara manapun diterima di
Sekolah Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat.
3.
Sekolah Lanjutan
Sekolah
Lanjutan di Singapura terdiri dari sekolah dengan dana pemerintah, bantuan pemerintah
atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5
tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat
mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'O' (Singapore-Cambridge General
Certificate of Education 'Ordinary') pada tingkat empat. Siswa pada program
normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan
siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N' (Singapore-Cambridge General Certificate of
Education 'Normal') pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa
akan mengikuti ujian GCE 'O' pada tingkat lima.
Kurikulum
pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu
Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih
pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu
Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan.
Kurikulum pada
Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk
mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual.
Universitas
lokal tersebut diatas membentuk lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan
yang dikenal secara internasional. Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah
dan beasiswa juga tersedia untuk para siswa lanjutan tingkat akhir. Sejak
berdiri pada tahun 1905, NUS
telah berkembang menjadi universitas yang mempunyai cakupan luas dengan
menawarkan pelatihan tentang berbagai disiplin ilmu seperti Ilmu pengetahuan,
keahlian tehnik terapan, teknologi, hukum, seni dan pengetahuan sosial dan
pengobatan.
NTU didirikan
pada tahun 1981 dengan menyediakan banyak fasilitas untuk melaksanakan
pendidikan tingkat 3 dan melakukan penelitian dalam keahlian tehnik dan
teknologi. NTU telah tergabung dengan National
Institute of Education (NIE) fakultas keguruan dan berkembang mencakup kegiatan pembukuan,
bisnis dan ilmu komunikasi.
SMU
didirikan pada tahun 2000 sebagai universitas umum pertama yang mendapat
bantuan dari pihak swasta dengan fokus pengajaran pada program bisnis dan
manajemen. Saat ini ada 4 universitas di Singapura. Pertama
dua universitas, NationalUniversity of Singapore dan Nanyang Technological
University adalah universitas publik, masing-masing memiliki sebuah
pendaftaran dari sekitar 200.000 siswa. 13 Universitas ketiga, Singapore
Management University adalah universitas swasta yang didanai oleh pemerintah.
Terakhir universitas SIM University, adalah swasta. Siswa menerima gelar yang
diakui secara internasional setelah menyelesaikan kuliah mereka di universitas.
Selain juga terdapat sepuluh lembaga pendidikan tinggi swasta lainnya yang
memberikan gelar sarjana dan pasca sarjana. Lembaga-lembaga pendidikan
tinggi ini menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan pendidikan dan
pengalaman akademis mereka sehingga dapat menghadapi persaingan di dunia kerja
yang terus bergerak maju, membuka kesempatan luas bagi mereka untuk
berpartisipasi dalam peningkatan perekonomian Singapura
Terdapat
juga institusi-institusi khusus asing
di Singapura, yang telah mendirikan kampusnya di sini atau bekerja sama dengan
politeknik-politeknik lokal. Program ini memungkinkan siswa-siswa politeknik
untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan mata pelajaran yang telah mereka ambil
setelah mereka menyelesaikan diploma mereka di politeknik.
4.
Institusi Kesenian Swasta
Saat ini
ada 2 institusi kesenian swasta di Singapura yaitu LASALLE College of the Arts dan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang menawarkan pendidikan kesenian
selepas sekolah menengah. Kedua sekolah tersebut dikelola oleh swasta dan merupakan
badan yang dibiayai publik, kedua institusi kesenian tersebut bersifat
non-profit, merupakan institusi pendidikan swasta dan dikelola secara mandiri
dengan bantuan dana dari departemen pendidikan Singapura dalam bentuk pendanaan
di tingkat politeknik untuk program diploma tertentu. Sebagai tambahan,
institusi tersebut juga menawarkan program sarjana offshore atau program
sarjana yang terakreditasi secara eksternal yang tidak didanai oleh pemerintah.
Sebagaimana
halnya dengan institusi pendidikan publik lainnya di Singapura, mereka terbebas
dari program CaseTrust untuk Pendidikan. Terdapat juga institusi-institusi pendidikan
swasta lainnya yang menyediakan program-program yang berkaitan dengan seni dan
desain.
5.
Sekolah Swasta
Di
Singapura, beragam variasi sekolah swasta menawarkan berbagai jenis jurusan,
yang menambah keanekaragaman pandangan pendidikan antar bangsa. Ada lebih dari
300 sekolah swasta komersial jurusan Teknologi Informasi, seni dan bahasa.
Sekolah swasta komersial dan sekolah khusus ini menawarkan jurusan yang banyak
diminati siswa lokal dan internasional. Sekolah-sekolah swasta menawarkan
beragam jurusan dari mulai sertifikat, diploma, sarjana, sampai dengan pasca
sarjana. Melalui hubungan kerjasama dengan universitas Internasional yang
terkenal dari AS, Inggris, Australia dan lainnya, sekolah-sekolah swasta ini
menawarkan kepada para siswa kesempatan untuk mendapatkan sertifikat
internasional di lingkungan yang dekat dan terjangkau. Setiap sekolah swasta
mengadakan sistem pendaftaran sendiri-sendiri.
2.5 Teori
dan Praktek Pendidikan di Singapura
1.
Tujuan
Tujuan
pendidikan di singapura mengerucut pada visi dan misi pendidikan tersebut. Visi
dari pendidikan di singapura yaitu memberikan
kesempatan bagi para pelajar untuk merasakan aturan sistem pendidikan di
Singapura yang selalu meletakkan keunggulan dan menempatkan diri sebagai bagian
dari komunitas dunia. Biaya kuliah di Singapura untuk siswa Internasional
bervariasi dan bergantung pada program studi mereka. Daftar universitas di
Singapura antara lain adalah MDIS, PSB, James Cook University, Kaplan, TMC,
Raffles Design Institute dll yang selalu mencetak lulusan terbaik dengan gelar
yang diakui secara Internasional. Daftar Universitas di Singapura tidak hanya
beberapa universitas di atas saja, namun juga diwarnai dengan kehadiran
berbagai macam lembaga asing terkemuka, baik yang mendirikan kampus-nya maupun
yang berkolaborasi dengan universitas asing di Singapura tersebut.
2.
Kurikulum
Untuk kurikulum
pada tahap sekolah taman kanak-kanak menyelenggarakan dua
sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2, 4 sampai 5 jam, 5 hari setiap
minggunya. Pada
umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan
pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang
menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat Pada tahap dasar, kurikulum inti
terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan
mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan,
pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan
sejak kelas 3 Sekolah Dasar.
Kurikulum
pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu
Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih
pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu
Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan.
Kurikulum pada
Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk
mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual.
Bicara
soal silabus dan kurikulum, departemen pendidikan di Singapura setiap kali
bekerja untuk melakukan evaluasi. Setiap perkembangan baru selalu disisipkan
pada silabus baru. Jadi itulah pendidikan di singapura, bukan sekadar
menyediakan sarana prasarana yang memadai tetapi juga selalu meng up-dating
dari tahun ketahun.
3.
Metode
Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional,
infrastruktur pendidikan canggih, serta atmosfer belajar nyaman di tengah
keharmonisan multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di Singapura juga
dipersiapkan secara dini menjadi warga global yang berdaya saing tinggi. Untuk
belajar di Singapura, pembelajar membutuhkan persiapan yang sangat matang.
4.
Evaluasi
Penyelenggaraan
evaluasi pendidikan di Singapura tidak berbeda dengan pendidikan di Indonesia,
yaitu mengadakan evaluasi berbentuk Ujian Nasional. Dalam pendidikan di Singapura
tidak menentukan kelulusan seseorang, karena menurut pemerintahannya setiap orang
punya kesempatan sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang
sudah duduk di kelas 4 Express ataupun yang dikelas 5 normal Academic sudah
harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari secondary school. Dalam 0 level
test ada tujuh pelajaran yang harus diikuti diantaranya 5 mata pelajaran pokok
dan 2 mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran pokok tersebut adalah English
Mother, Tongue, matematika, IPA ( biologi, kimia, fisika), IPS ( Sejarah,
sosiologi, geografi) serta dua mata pelajaran pilihan dari food and nutrition,
IT dan design and technology, semua pelajaran tersebut mempunyai nilai minimum.
Bagi siswa yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum tetap lulus, akan tetapi
ijazah mereka akan ada nilai merah. Jika mereka tidak ingin ada nilai merahnya
dalam ijazah maka mereka boleh mengulangi satu tahun di kelas yang sama .
Setelah secondary school, masih ada satu lagi jenjang sebelum mereka masuk ke
universitas, yaitu Centralised institute atau Junior Colleges (tertiary
education, persiapan menuju tingkat universitas). Tetapi untuk mereka yang
memiliki nilai bagus (poin 1 – 14) bisa langsung ke Junior College yang lamanya
2 tahun. Jika mereka tidak memiliki nilai dari poin yang disebutkan itu maka
mereka melanjutkan ke Centralised Institute yang waktunya lebih lama yakni 3
tahun. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional yang namanya tes, yang diberikan tentu saja lebih sulit karena
sudah masuk Universitas. Dengan banyaknya tes yang harus dilewati, tentulah
universitas di Singapura bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas,
karena penyaringan mahasiswanya secara tidak langsung dilakukan melewati
sejumlah tes-tes tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Ideologi
Singapura adalah Demokrasi dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang
turut dikaitkan dengan tahap pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih
maju turut menyumbang kepada peningkatan tahap demokrasi yang diamalkan oleh
sebuah negara. Sistem
pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki
bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk
membantu perkembangan potensi para siswa.
3.2 Kritik
dan Saran
Demikian
makalah ini penulis selesaikan dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi
penulis sendiri khususnya dan umumnya bagi para pembaca sekalian. Dan penulis
mohon maaf jika dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangannya, saran dan kritikan dari pembaca yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan guna perbaikan penulisan makalah kedepannya.
Daftar Pustaka
Ø Yudikustiana.Sestempendidikansingapura.http://yudikustiana.wordpress.com/2011/05/27/sistem-pendidikan-di-singapura/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar